Sepakat Pasar 16 Direvitalisasi, Tingkatkan PAD Kota Palembang

By Administrator 10 Jan 2024, 19:23:25 WIB Pemkot Palembang
Sepakat Pasar 16 Direvitalisasi, Tingkatkan PAD Kota Palembang


Palembang - Pemerintah Kota Palembang bersama pedagang kembali melakukan rapat lanjutan untuk membahas rencana revitalisasi Pasar 16 Ilir. Rapat yang digelar di Ruang Rapat Parameswara Setda Kota Palembang, Selasa (10/01/2024) tersebut dihadiri berbagai pihak terkait, seperti Polrestabes, Kejari, BPKP, dan BPN.

Dalam rapat tersebut, PJ Walikota Palembang Ratu Dewa menyampaikan bahwa revitalisasi Pasar 16 Ilir merupakan salah satu program prioritas Pemkot Palembang. Ia pun menegaskan bahwa revitalisasi tersebut harus tetap mengedepankan kepentingan masyarakat umum, termasuk para pedagang.

Baca Lainnya :

"Revitalisasi Pasar 16 Ilir harus dilakukan dengan transparan dan akuntabel, semua pihak harus duduk bersama untuk mencari solusi terbaik yang menguntungkan semua pihak," kata Dewa.

Dewa juga meminta agar para pedagang tidak perlu khawatir dengan rencana revitalisasi tersebut. Ia memastikan bahwa para pedagang akan tetap diprioritaskan dalam proses revitalisasi.

"Pemkot Palembang akan memberikan solusi terbaik untuk para pedagang, kami akan bekerja sama dengan semua pihak untuk memastikan bahwa revitalisasi Pasar 16 Ilir berjalan lancar dan menguntungkan semua pihak" kata Dewa.

Ratu Dewa menerangkan revitalisasi pasar 16 itu harus terus dilakukan sampai tuntas hal ini agar pasar 16 tersebut lebih ramai dikunjungi pendatang sehingga dapat meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Palembang.

"Kita setuju Pasar 16 ini di revitalisasi, tetapi juga harus megedepankan aturan yang ada, " Kata dia lagi. 

Dalam rapat tersebut, para pedagang menyampaikan berbagai masukan dan keluhan terkait rencana revitalisasi. 

Sementara itu Jamar perwakilan dari pedagang menegaskan mendukung penuh proses revitalisasi Pasar 16 Ilir tersebut dengan dasar tidak ada unsur sedikitpun untuk merugikan para pedagang. Dia menyebut ada beberapa poin yang diinginkan pedagang dalam proses revitalisasi itu. Pertama para pedagang ingin pagar seng pembatas yang belum tersentuh pengerjaan rekonstruksi untuk dibuka terlebih dulu hal ini mengingat semenjak pagar pembatas tersebut didirikan para pedagang mengeluhkan pendapatan yang menurun drastis. 

"Mengenai pagar seng ini membuat omzet pedagang turun drastis, jadi kami minta solusi apakah yang tempat belum kerja dibuka dulu, selagi sesuai aturan," Ujarnya. 

Selanjutnya pedagang meminta pihak pemkot Palembang mengkaji kembali nilai yang akan timbul setelah revitalisasi itu. 

"Soal nilai yang dikeluarkan saat ini Rp 350 juta per kios untuk sewa setelah revitalisasi selesai. Kami pedagang ini memegang SHMRS, yang kami pahami dapat diperpanjang, kalaupun tidak boleh diperpanjang apa dasar hukumnya. Kalau tidak diperpanjang mungkin prioritas atau solusi terakhirnya, kami harap harga dapat diberikan seminimal mungkin yang dapat diterima pedagang," Tandasnya. 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook